Rabu, 14 Juli 2010


Surga Sepi Tanpa Kau Bidadariku

Saat Ku Mengenalmu waktu itu
Tergetar hati ini menatapmu
Matamu bening
Senyummu bening
Hijabmu panjang tergerai
Sejak itu, kau slalu dalam ingatan
Kutanyakan pada-NYA diakah bidadari itu?

Sudah jauh kita berjalan
Suka duka datang dan pergi
Jgn peduli kata siapa
engkaulah cintaku...istriku...

aku tak peduli pada mereka yang suka mencela dan mengusik
ini adalah takdir kita untuk bersama dalam abadi
dalam hatiku kau telah menanamkan cinta dan kasih sayang dengan kelembutan
kebahagiaanpun tiada ketika kau pergi
suasana terasa cerah saat kau ada disini
kesedihan akan hilang bila kau tersenyum untukku
surga sepi tanpa kau bidadariku

Aku tidak mau hidup berdua hanya sampai mati denganmu, namun aku ingin berdua denganmu sampai di kehidupan setelah kematian.
Aku ingin berkumpul dengan mu di Syurga ALLAH SWT.
Tak kan tergantikan dirimu dengan seratus bidadari sekalipun, karena aku telah memilikimu bidadariku, istri sholehahku, pasangan jiwaku, di dunia dan di akherat kelak.." Amiin..

"Tidak sedikit pun, aku ragu menitipkan hartaku padamu untuk kau jaga, karena engkau amanah membelanjakannya, tidak sedikitpun pula aku takut meninggalkanmu di kala aku sedang mencari nafkah, karena aku yakin kau mampu menjaga kehormatanmu dikala aku jauh dari sisimu.."
Dan jika Allaah menitipkan anak, tidak sedikit pun aku ragu menitipkan anak2 kita untuk kau jaga dan kau didik karena aku yakin mereka mengenal Rabb nya dengan baik melalui keluhuran budimu.

Rabu, 14 Juli 2010. Pukul 15.37 WIB, menjelang Ashar.
Untuk istri tercinta, Anna Fitriani.

Kamis, 17 Juni 2010

Syukur Pangkal Kaya

Dalam suatu dialog antara seorang miskin dengan si kaya, si miskin mengeluhkan dirinya yang tak kunjung kaya. Padahal ikhtiar dan doa kepada Allaah SWT telah dilakukanya setiap hari, tapi ia tetap miskin. Lalu, si kaya berkata “Kalau begitu, bagaimana jika kau akan kuberi seluruh harta kekayaanku, tapi aku minta tiga hal darimu”. “apa itu?” tanya si miskin. “Kedua bola matamu, jantungmu, dan keluargamu.”
Coba anda tebak, apakah si miskin merelakan ketiga hal tersebut ditukar dengan harta benda? Tentu saja tidak. Dari dialog ini si kaya ingin mengatakan kepada si miskin, bahwa ia sebenarnya tidakah miskin karena apa yang dimilikinya seperti kesehatan, kedua mata bisa melihat dan hidup dengan keluarga merupakan suatu kekayaan yang tak ternilai harganya.
Inilah yang selalu kita lupakan, bahwa Allah memberi begitu banyak nikmat walaupun tidak dalam bentuk harta benda. Nikmat tersebut berupa nikmat kesehatan dan kesempatan, apakah ada yang lebih besar dan penting dari dua nikmat ini? Rasulullah mengingatkan umatnya bahwa kedua nikmat ini merupakan kekayaan yang besar namun tidak disadari bahkan disia-siakan oleh manusia. ”Ada dua kenikmatan yang membuat kebanyakan manusia terpedaya (terhalang dari mendapat kebaikan dan pahala), yaitu kesehatan dan waktu luang.”(HR Bukhari).
Sudah sepantasnya kita selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allaah SWT kepada hamba-hambanya. Syukur yang mempunyai arti mengakui nikmat Allah SWT
tidak saja dikerjakan hanya dengan cara mengucapkan Hamdalah ketika
mendapatkan nikmat dari-Nya. Pengertian syukur yang sebenarnya adalah pengejewantahan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya.
Bukti mensyukuri nikmat harta adalah membelanjakannya di jalan Allah SWT. Bukti mensyukuri nikmat kekuasaan adalah menjadi pemimpin yang adil dan berusaha sekuat tenaga mensejahterakan rakyatnya. Bukti mensyukuri nikmat ilmu adalah mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.
Begitupun bukti mensyukuri nikmat-nikmat yang lain adalah mempergunakannya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT, karena seluruh kebaikan di dunia ini merupakan ibadah kepada Sang Khalik. Dalam Alquran Allah SWT telah banyak memberikan pelajaran tentang orang-orang yang diadzab karena tidak mensyukuri nikmat nikmat-Nya.
Serangkaian musibah demi musibah seolah tak pernah berhenti melanda negeri ini. Mungkin itu semua terjadi karena kita selama ini kurang mensyukuri nikmat. Mudah-mudahan semakin banyak lagi orang-orang yang mau bersyukur kepada Allah SWT, sehingga negeri ini akan selamat dari berbagai macam gangguan dan ancaman dari kaum-kaum yang memang benci Islam berkibar di negeri ini.
Dalam Al Quran, Allaah SWT telah berjanji, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]:7). Secara sederhana kita bisa menyimpulkan ayat ini dengan sangat mudah dipahami, yakni bersyukurlah , maka kau akan kaya. Wallahu A`lam.

Jumat, 12 September 2008

Sakit Itu Sirna

Beberapa waktu lalu di awal ramadhan saya dihubungi seorang teman."mas, carikan saya anak yatim. gaji bulan ini saya mau sodaqohkan buatmereka." suaranya terdengar serak. "baik, nanti serahkan aja sendiripada anaknya ya..."jawab saya.Semalam sehabis sholat tarawih saya bertemu dengannya. Dengan mataberkaca-kaca dia bertutur sebenarnya sudah lama dirinya berniatbersodaqoh untuk anak yatim dibulan suci ramadhan ini. Dia berniat apayang dilakukan semoga menjadi lantaran Alloh SWT berkenan menyembuhkansakit ayahnya. "Memang sakit apa?"tanya saya."diginjalnya ada krikil yang harus dikeluarkan dengan operasi"katanya."dan semalam ayah saya merasakan sakit yang luar biasa lalu buang airkecil dan batu krikil itu keluar mas. Ayah saya ternyata bisa sembuhtanpa operasi" Dia tak kuasa membendung airmatanya, dia menangiskebahagiaan karena sakit ayahnya telah sirna dan mengucapkanalhamdulillah berkali-kali, memuji atas kebesaranNYa.Betul kiranya Sabda Nabi "Obatilah orang-orang yang sakit denganmengeluarkan sodaqoh." "Dan apabila aku sakit, Dialah (Alloh SWT) yang akan menyembuhkanku. "[QS 26:80]
Peristiwa diatas hanyalah segelintir dari hikmah bersedekah. Tidak hanya di bulan Ramadhan, sedekah sangat banyak hikmahnya bagi yang bersedekah maupun yang menerma sedekah. Apalagi sedekah yang diberikan kepada anak yatim dengan ikhlas.
Membantu anak yatim sudah menjadi tuntutan yang harus dijalankan seorang muslim sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam Al Quran. Para anak yatim yang tidak lagi merasakan kehangatan dan kasih sayang orangtua mereka akan sangat berterima kasih sekali seandainya ada yang mau memperhatikan mereka. Doa mereka akan mengalir dari mulut-mulut kecil mereka bagi kesejahteraan dan keselamatan orang yang membantu mereka. Termasuk kesembuhan orang tua diatas dari penyakit yang telah menyiksanya cukup lama.
Mudah-mudahan, setelah anda membaca tulisan ini dan memiliki kelebihan harta, berniat untuk membaginya sedikit kepada anak yatim. Ingatlah, dalam harta kita terdapat hak orang lain. Dan apa yang anda sedekahkan hari ini di dunia akan menjadi penolong anda nanti di akhirat. (dikutip dari Milis Tahajud)

Kamis, 14 Agustus 2008

Teori Fungsi

Sesuatu disebut berfungsi jika sesuatu itu (apapun itu) bisa berbuat atau berjalan sesuai dengan fungsinya. Contohnya mobil. Fungsinya adalah sebagai kendaraan. Mobil ini dikatakan berfungsi jika mobil itu bisa dikendarai, membawa penumpangnya ke tujuan lebih cepat dibandingkan jika berjalan kaki.
Atau kipas angin. Alat ini dikatan berfungsi ketika ia bisa berputar dan membuat kesejukan bagi orang-orang yang terkena hembusan anginnya.
Begitupun sebaliknya. sesuatu itu dikatakan tidak berfungsi ketika sesuatu tersebut tidak bisa lagi berlaku sebagaimana mestinya.
Jika si mobil ini tidak bisa lagi dikendarai atau tidak berfungsi karena sesuatu hal, maka ia disebut mobil rusak.
Kalau televisi tidak lagi bisa dipakai untuk menonton siaran televisi, maka tv itu disebut tv rusak.
Begitu juga dengan kita manusia. Sebagaimana mobil, kipas angin atau televisi, kita juga punya fungsi.
Fungsi manusia sesuai fitrahnya adalah untuk mengabdi kepada-Nya. Menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Perintah dan larangan Allah SWT banyak. Satu diantara bentuk perintah itu adalah shalat lima waktu sehari semalam. Atau berpuasa di bulan Ramadhan dan berzakat bagi yang sudah seharusnya mengeluarkan zakatnya.
Nah, jika hal ini tidak dilaksanakan, berarti manusia itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. dengan kata lain, manusia itu disebut manusia rusak.
Apakah kita sudah berfungsi sebagaimana mestinya?

"Terima kasih, sayang"

Berapa kali dalam hidup anda mengucapkan, "terima kasih, sayang" pada
pasangan hidup anda? Dalam lingkungan masyarakat kita mengucapkan
terima kasih pada pasangan hidup hampir terlupakan, apa lagi menyebut
pasangannya dengan sebutan sayang.

Bahkan ada teman jika penyebut pasangan hidupnya dengan sebutan "yang"
atau "say" diplesetkan dengan sebutan "peyang' atau "say" dengan
"saytonirrojim" dan jika ada ada pasangan hidup yang juga masih suka
berjalan bergandengan sering disebutnya sebagai "truk gandengan."

Namun sesungguhnya ucapan terima kasih, sayang adalah wujud cinta.
Sebab cinta merupakan pondasi yang sangat penting dalam membangun
keluarga. Perasaan cinta suami kepada isteri dan sebaliknya akan
membuat mereka bisa menikmati kesulitan, karena kesulitan yang
ditempuh oleh dua orang yang saling mencinta justeru memperteguh
jalinan cinta.

Ciri cinta sejati ada tiga, yaitu (1) menikmati keberduaan, (2) hangat
dalam pembicaraan dan (3) saling mengikuti keinginan orang yang
dicintai. Watak orang yang memiliki cinta sejati adalah memaklumi
kekurangan dan memaafkan kesalahan orang yang dicinta.

Salam cinta,